sv388 https://disperindag.tabanankab.go.id/ slot777 sv388 sv388 zalo88 slot6000 sv388 https://katalogperpus.pip-semarang.ac.id/ https://pupr.profile.tapinkab.go.id/ slot thailand https://slot6000gacor.com/ https://ular4dhoki25.com/ link alternatif slot5000 https://volna.com.ua/ slot6000 zalo88 mudah4d mudah4d slot777 slot88 slotcc apk slot gacor slot6000 slot6000 https://czrsolutions.ro/en slotcc slotcc slotcc slotcc slotcc slotcc slotcc slot thailand
Uncategorized

Pengujian vibration meter berdasarkan ISO 10816 / ISO 20816

Pengujian vibrasi merupakan metode predictive maintenance untuk menilai kondisi mesin berputar seperti motor, pompa, blower, gearbox, dan kompresor tanpa harus menghentikan operasi. Menggunakan Kanomax 4200 Vibration Meter, teknisi dapat mengukur tiga parameter utama, yaitu Velocity (mm/s RMS) sebagai acuan utama kondisi mesin berdasarkan ISO 10816/ISO 20816, Acceleration (m/s²) untuk mendeteksi kerusakan bearing dan gear, serta Displacement (µm) untuk mengidentifikasi unbalance pada mesin berputaran rendah.

Pengukuran dilakukan saat mesin beroperasi normal dengan menempatkan sensor accelerometer pada housing bearing di tiga arah, yaitu horizontal, vertikal, dan aksial. Nilai vibrasi dari setiap titik kemudian dibandingkan dengan data historis maupun batas evaluasi pada standar ISO sehingga perubahan kondisi mesin dapat diketahui sejak dini sebelum terjadi kerusakan yang lebih serius.

Berdasarkan ISO 10816/ISO 20816, parameter Velocity RMS digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat keparahan getaran. Nilai di bawah 2,8 mm/s menunjukkan kondisi mesin sangat baik, 2,8–4,5 mm/s masih layak beroperasi dengan pemantauan rutin, 4,5–7,1 mm/s mengindikasikan perlunya inspeksi dan penjadwalan perbaikan, sedangkan di atas 7,1 mm/s termasuk kategori berbahaya sehingga tindakan perbaikan harus segera dilakukan untuk mencegah kegagalan mesin.

Dengan kemampuan mengukur Velocity, Acceleration, dan Displacement dalam satu perangkat, Kanomax 4200 Vibration Meter menjadi solusi praktis untuk program condition monitoring di berbagai industri. Selain membantu mengidentifikasi gejala seperti unbalance, misalignment, looseness, hingga kerusakan bearing, alat ini juga mendukung pengambilan keputusan perawatan berbasis kondisi (condition-based maintenance) sehingga meningkatkan keandalan aset dan mengurangi risiko downtime yang tidak terencana.

See also  Kesalahan Fatal saat Kalibrasi Alat Ukur.