Education, News

Mengapa Kebakaran Gambut di Kalimantan Kerap Muncul Kembali, Meski sudah dipadamkan?

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Kalimantan menjadi tantangan serius bagi tim pemadam dan relawan. Salah satu masalah yang kerap terjadi adalah api yang tampak sudah padam di permukaan, tetapi asap kembali muncul keesokan harinya. Kondisi ini dapat mengindikasikan bahwa pembakaran masih berlangsung di lapisan gambut bagian dalam, sehingga sulit diketahui hanya melalui pengamatan visual. Gambut yang terbakar dapat menyisakan bara di bawah permukaan dan terus membara selama masih tersedia bahan bakar serta kondisi yang mendukung. Akibatnya, pemadaman di permukaan saja belum tentu menyelesaikan sumber kebakaran.

Untuk membantu mengidentifikasi titik-titik yang masih menyimpan panas, relawan dapat memanfaatkan kamera thermal atau thermal imaging camera. Berbeda dari kamera biasa, kamera thermal mendeteksi radiasi inframerah dan menampilkannya sebagai citra distribusi temperatur. Panas dari proses pembakaran di bawah permukaan dapat merambat ke lapisan gambut di atasnya dan menimbulkan anomali temperatur yang dapat terdeteksi dari permukaan. Dengan memindai area yang telah dipadamkan, relawan dapat menemukan lokasi yang menunjukkan temperatur relatif lebih tinggi dibandingkan area di sekitarnya, kemudian menentukan titik yang perlu diperiksa dan ditangani lebih lanjut. Pendekatan ini membantu mengarahkan upaya pemadaman agar tidak hanya berfokus pada asap atau api yang terlihat. Namun, hotspot pada citra thermal merupakan indikasi awal, bukan bukti mutlak kebakaran di bawah tanah. Hasil pengukuran perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan lapangan, pengukuran berulang, serta evaluasi kondisi lingkungan. Kamera thermal juga hanya mendeteksi temperatur permukaan yang terlihat oleh sensor, sehingga tidak dapat mengukur temperatur secara langsung di bagian dalam gambut.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan pemantauan temperatur di lapangan, PT Tridinamika Jaya Instrument menyediakan kamera thermal dari HT Italia, termasuk seri THT200, THT300, THT500H, dan THT600H. Perangkat ini dapat dipertimbangkan untuk membantu petugas memvisualisasikan distribusi temperatur, mengidentifikasi anomali panas, dan memprioritaskan area yang memerlukan pemeriksaan lanjutan. Pemilihan model perlu disesuaikan dengan spesifikasi teknis, resolusi inframerah, rentang temperatur, serta kondisi penggunaan di lapangan. Dalam penanganan karhutla gambut, pemanfaatan kamera thermal sebagai alat bantu deteksi dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih terarah, mengurangi risiko terlewatnya titik panas, dan membantu memastikan proses pemadaman tidak berhenti hanya ketika api di permukaan menghilang. Dengan deteksi panas yang lebih terukur, upaya pemadaman dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran untuk membantu mencegah kebakaran gambut kembali menyala. PT Tridinamika Jaya Instrument siap mendukung kebutuhan instrumen pengukuran temperatur untuk berbagai aplikasi industri dan pemantauan lapangan.

READ  Mengapa Pengujian Micro-Ohm Penting untuk Keselamatan Mobil Listrik (EV)?