Mengapa Industri Membutuhkan CEMS untuk pemantauan Pencemaran udara?
Pencemaran udara semakin menjadi perhatian seiring meningkatnya aktivitas industri dan proses pembakaran di pabrik. Emisi dari cerobong dapat mengandung berbagai polutan seperti SO₂, NOx, CO, CO₂, dan partikulat yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan. Karena itu, diperlukan CEMS (Continuous Emission Monitoring System) pada cerobong asap atau sumber pembakaran untuk memantau emisi secara kontinu dan mengetahui kondisi emisi secara real-time.
Di Indonesia, baku mutu emisi tidak memiliki satu nilai ambang batas untuk seluruh industri, tetapi ditentukan berdasarkan jenis industri, sumber emisi, kapasitas, bahan bakar, dan parameter yang diukur. Data dari CEMS digunakan untuk memantau dan membandingkan konsentrasi emisi dengan baku mutu yang berlaku, sehingga perusahaan dapat melakukan pengendalian emisi secara lebih cepat dan terukur.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT Tridinamika Jaya Instrument sebagai distributor resmi IMR menyediakan IMR 5000 CEMS, sistem monitoring emisi kontinu yang dapat dikonfigurasi untuk mengukur berbagai parameter seperti O₂, CO, CO₂, SO₂, dan NOx. Dengan penerapan CEMS yang tepat pada cerobong industri, perusahaan dapat meningkatkan pengawasan emisi sekaligus mendukung pemenuhan ketentuan lingkungan yang berlaku di Indonesia.






