Fault System pada Baterai Menjadi Penyebab Utama Mobil listrik terbakar 🔥
Insiden kebakaran kendaraan listrik kembali menjadi perhatian. Pada 11 September 2026, sebuah mobil listrik terbakar setelah menabrak separator busway di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Sebelumnya, insiden kendaraan listrik di Cikampek pada 31 Juli 2026 juga masih menjalani pemeriksaan teknis untuk memastikan penyebab kebakaran. Artinya, setiap insiden perlu ditelusuri secara teknis dan tidak dapat langsung disimpulkan disebabkan oleh baterai.
Baterai merupakan komponen vital kendaraan listrik karena menyimpan energi dalam jumlah besar untuk menggerakkan kendaraan. Kondisi baterai yang mengalami kerusakan, ketidakseimbangan sel, penurunan kapasitas, atau masalah kelistrikan perlu mendapat perhatian serius. Pada baterai lithium-ion, kerusakan internal atau kondisi abnormal tertentu dapat memicu peningkatan suhu yang berujung pada thermal runaway, yaitu kondisi ketika panas berkembang secara tidak terkendali dan berpotensi merambat ke sel lainnya. Karena itu, pemeriksaan performa baterai secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan dan keselamatan kendaraan listrik.
Untuk membantu memastikan kondisi baterai secara lebih terukur, PT Tridinamika Jaya Instrument menyediakan dan mendistribusikan Battery Analyzer untuk kebutuhan pengujian performa baterai. Pengukuran dapat membantu mengevaluasi parameter penting seperti kapasitas, tegangan, performa pengisian-pengosongan, serta kondisi baterai sesuai jenis dan metode pengujian yang digunakan. Dengan data pengukuran yang objektif, teknisi dapat melakukan pemantauan kondisi baterai, mengidentifikasi indikasi penurunan performa lebih dini, dan mendukung keputusan maintenance berbasis data. Pastikan performa baterai kendaraan listrik tidak hanya diasumsikan—ukur, analisis, dan pantau secara terukur bersama PT Tridinamika Jaya Instrument.






