Education, News

Keunggulan Konversi biogas menjadi Bio-CNG

Konversi biogas menjadi Bio-CNG (Biomethane Compressed Natural Gas) menjadi salah satu peluang penting bagi industri untuk meningkatkan nilai ekonomi dari limbah organik sekaligus mendukung transisi menuju energi rendah karbon. Melalui proses upgrading, kandungan CO₂ dan pengotor lainnya dikurangi sehingga konsentrasi metana meningkat dan gas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang lebih berkualitas. Bio-CNG memiliki karakteristik yang mendekati gas alam dan berpotensi digunakan untuk kebutuhan industri, pembangkit listrik, maupun transportasi.

Bagi industri seperti pabrik kelapa sawit, pengolahan limbah, wastewater treatment, hingga fasilitas agroindustri, pemanfaatan Bio-CNG memberikan keuntungan ganda: limbah menjadi sumber energi, biaya energi berpotensi ditekan, dan gas metana yang sebelumnya terlepas ke atmosfer dapat ditangkap serta dimanfaatkan. Namun, keberhasilan proses upgrading tidak hanya ditentukan oleh teknologi pemurnian. Kualitas biomethane harus dimonitor secara kontinu, terutama kandungan CH₄ dan O₂, agar gas yang dihasilkan tetap memenuhi target kualitas proses. Biomethane 3000 dari Geotech dirancang khusus untuk monitoring biomethane dengan pembacaan CH₄ berakurasi tinggi pada rentang 90–100% dan O₂ pada konsentrasi rendah, serta mendukung continuous monitoring.

Untuk kebutuhan monitoring tersebut, PT Tridinamika Jaya Instrument menyediakan Geotech Biomethane3000, fixed gas analyser yang dapat menjadi bagian dari sistem pengawasan kualitas pada proses biogas upgrading. Produk ini tercantum dalam lini gas analyzer Tridinamika dan dirancang untuk aplikasi biomethane, termasuk monitoring kualitas gas setelah proses upgrading. Dengan pemantauan CH₄ dan O₂ secara real-time, operator dapat mengetahui apakah kualitas biomethane telah mencapai target sebelum masuk ke tahap kompresi atau pemanfaatan lebih lanjut.

See also  Indonesia & Denmark Sepakat! Energi Hijau Makin Ngebut