Pengaruh Efek Shading pada Solar Panel !
Dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), paparan sinar matahari yang optimal menjadi faktor penting dalam menentukan produksi energi. Namun, keberadaan objek seperti pohon, gedung, tiang, pagar, atau struktur di sekitar panel dapat menimbulkan shading yang mengurangi radiasi matahari yang diterima modul PV. Bahkan bayangan sebagian pada modul dapat memengaruhi performa string karena karakteristik kelistrikan sel surya yang saling terhubung. Oleh karena itu, analisis shading sebaiknya dilakukan sejak tahap site assessment dan desain PLTS agar potensi kehilangan energi dapat diperkirakan sebelum instalasi.
Untuk melakukan analisis tersebut, Solmetric SunEye 210 dapat digunakan sebagai perangkat pengukuran shading profesional. Alat ini menggunakan kamera fisheye terkalibrasi, electronic compass, tilt sensor, dan GPS untuk menangkap kondisi horizon serta objek penghalang di sekitar lokasi. Data tersebut kemudian dipadukan dengan sun path untuk mengetahui kapan posisi matahari berpotensi terhalang sepanjang hari dan sepanjang tahun. SunEye 210 menghasilkan parameter Solar Access, yaitu perbandingan energi matahari yang tersedia pada lokasi dengan kondisi shading terhadap energi matahari yang tersedia apabila tidak terdapat shading.
Secara sederhana, perhitungannya dapat dituliskan sebagai: Solar Access (%) = Insolasi dengan shading ÷ Insolasi tanpa shading × 100%. Contohnya, apabila hasil pengukuran menunjukkan Solar Access sebesar 92%, maka secara konseptual terdapat sekitar 8% kehilangan akses energi matahari akibat shading pada titik pengukuran tersebut. SunEye juga dapat menghitung TSRF (Total Solar Resource Fraction) dengan rumus TSRF = Solar Access × TOF, di mana TOF memperhitungkan pengaruh kemiringan dan orientasi permukaan terhadap kondisi optimum. Namun, angka Solar Access tidak boleh langsung dianggap sebagai persentase penurunan output listrik modul karena dampak shading terhadap sistem PV juga dipengaruhi konfigurasi string, bypass diode, inverter, serta kondisi operasi sistem.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih representatif, pengukuran tidak sebaiknya hanya dilakukan pada satu titik. Pada array yang luas, beberapa titik pengukuran dapat digunakan untuk mewakili area dan kemudian dibandingkan atau dirata-ratakan sesuai kebutuhan analisis. Solmetric juga merekomendasikan posisi pengukuran yang representatif terhadap ketinggian dan lokasi modul, terutama pada area yang berpotensi mengalami shading paling besar. PT Tridinamika Jaya Instrument, sebagai distributor Solmetric SunEye 210 di Indonesia, dapat mendukung kebutuhan pengukuran dan analisis shading untuk membantu engineer menentukan lokasi, orientasi, serta strategi desain PLTS yang lebih optimal. Dengan data shading yang terukur, keputusan investasi dan desain PLTS dapat dibuat berdasarkan kondisi lapangan, bukan sekadar perkiraan visual.






